Saturday, November 15, 2008

Love, Hate & Hocus Pocus




Author : Karla M Nashar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : pertama,Mei 2008
Tebal buku : 264 halaman

Pengalaman saya dengan Karla M Nashar sebelumnya hanyalah Bellamore. Dan saya gak suka dengan cerita Bellamore yang too dramatic.

Jadi saya sendiri heran mengapa saya memilih Love, Hate & Hocus Pocus di antara sekian banyak metropop baru yang dipajang di toko buku.
Untungnya, pilihan saya tepat.

Love, Hate & Hocus Pocus berfokus pada Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Dari sejak pertama bertemu, mereka sudah bermusuhan. Saling melontarkan kata - kata menghina dan juga saling bersaing.

Apesnya, bos menugaskan mereka berdua untuk bekerja sama menangani kasus sabotase yang menimpa Demoticyl, produk terbaru Perusahaan mereka. Dengan segala perbedaan mereka, Gadis dan Troy pun mesti memaksakan diri untuk akur dan bekerja sama.

Menurut Gadis, Troy Mardian itu cowok yang "nggak banget". Dia adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Ngomong selalu pakai Inggris dan barang-barang harus designer label ternama.
Dan metrosexual-nya itu lho!!!!Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Ampuuuunnn..... Cowok kok lebih centil daripada dia yang cewek.
Bayangkan aja, Troy ogah duduk bersandar di kursi karena kebersihan kursi itu tidak memenuhi standarnya! Troy juga bisa panik berat cuma karena dia abis berpanas-panasan yang membuat wajahnya jadi merah dan keringatan, sehingga penampilannya tidak "perfect". Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Walo begitu, harus Gadis akui, otak Troy, terutama dalam hafalan data, memang sempurna.

Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali!
Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih doyan banget pakai merek lokal? Keluaran Mangga Dua lagi.
Belum lagi, kesenangan Gadis pada jajanan pinggir jalan. Ya ampuuunn....makanan kayak gitu kan gak terjamin kebersihannya. Kita gak tau, bagaimana piring dan gelas-nya dicuci. Bahkan, apakah bahan makanan itu dicuci dulu sebelum diolah juga gak ketahuan. Si Gadis gak takut kena typhus apa? Hih...cewek kok serampangan gitu!
Walau begitu, Troy mengakui dengan enggan, Gadis memang memiliki otak cemerlang dan kemampuan komunikasi yang baik.

Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya dengan yang namanya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, kartu tarot, feng shui, atau apa pun sebutannya yang berhubungan dengan dunia pernujuman.

Bahkan, hanya mereka berdualah yang tertawa ketika mendengar ramalan seorang peramal gipsi yang diundang sewaktu acara pesta di kantor mereka.

Hingga suatu pagi, mereka terbangun dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta sepotong memori kabur tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu.

Dari sini mulailah bergulir cerita sebenarnya. Bagaimana Troy dan Gadis berusaha menerima dan mengatasi pernikahan gak terduga ini. Bagaimana mereka berusaha menjalani kehidupan bersama yang rasanya seperti mimpi (gabungan antara mimpi buruk dan mimpi indah sih).

Saya salut dengan pengarangnya. Entah bagaimana, dia mampu membuat pembaca juga merasa larut dalam aura mistis dan mimpi yang melingkupi novel ini. Selain itu, dialog antara tokoh - tokohnya terutama Troy dan Gadis juga begitu segar dan mengalir sehingga kita akan merasa seolah ada di situ bersama mereka.

Yang paling membuat saya suka adalah ending ceritanya. Sebagian besar pembaca beranggapan bahwa endingnya mengecewakan. Saya pribadi beranggapan, endingnya itulah yang membuat novel ini berkesan.

I really love this book. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Nice story (jarang kan ada cerita dimana cinta terjadi karena hocus pocus, biasanya kan karena perjodohan), strong character, witty dialogues, and especially unique ending. What's not to like?

So...3 bintang untuk ceritanya secara keseluruhan, ditambah 1/2 bintang untuk endingnya yang keren dan cover bukunya yang cantik.
source pic : energialamsemesta

No comments :

Post a Comment